INFO TERBARU

Tampilkan postingan dengan label TEKNIS PEMELIHARAAN BEBEK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TEKNIS PEMELIHARAAN BEBEK. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 September 2014

10 KESALAHAN BETERNAK BEBEK PEDAGING

10 KESALAHAN BETERNAK BEBEK PEDAGING




10    Kesalahan beternak bebek pedaging
      1.    Sistem Angon.
Bebek Pedaging mempunyai kecenderungan tidak terlalu banyak gerak karena semakin banyak bergerak maka proses pembakaran tubuh semakin tinggi yang menyebabkan proses pembentukan daging menjadi terhambat. Sehingga tidak tepat apabila bebek pedaging diberi aktivitas terlalu banyak.
      2.      Kolam air/Kubangan
Sifat bebek pada dasarnya menyukai air. Tetapi pada penanganan bebek pedaging dengan memberi kolam atau kubangan sama dengan memberi aktivitas yang terlalu tinggi pada bebek. Selain itu kolam/kubangan berpotensi mengandung kuman/kotoran, dimana bebek pedaging sangat rentan terhadap penyakit.
     3.      Paparan sinar matahari
Perbandingan area kandang yang ternaungi atap dan terpapar sinar matahari adalah 70 banding 30. Artinya Luas ideal kandang bebek yang terpapar langsung sinar matahari adalah 30% dari luas kandang sedangkan yang ternaungi 70%. Hal ini dikarenakan bebek pedaging mempunyai kandungan lemak yang lebih tinggi dibanding bebek petelur, sehingga apabila paparan sinar matahari terlalu banyak akan menyebabkan tingkat penguapan tubuh bebek akan lebih tinggi. Tetapi bukan berarti tidak sama sekali diberikan sinar matahri akan lebih baik, karena sinar matahari pagi juga dibutuhkan sebagai pembunuh kuman dan vitamin bagi makhluk hidup.
     4.      Pakan yang berlebihan
Pada beberapa peternak beranggapan bahwa pemberian pakan yang bersambung akan lebih efektif. Pada kenyataan dilapangan, hal itu tidak sepenuhnya benar, karena pada beberapa peternak yang sukses, justru pemberian pakan yang terjadwal akan lebih efisien. Hal ini selain lebih irit, juga pemberian pakan yang berlebihan akan menyebabkan tingkat metabolisme tubuh akan rendah dan tingkat penyerapan sari makanan berkurang.
      5.      Vaksin
Fakta dilapangan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan/pendidikan peternak bebek lebih rendah dibanding peternak ayam. Hal ini berkaitan dengan pemberian vaksin pada bibit sangat jarang dilakukan pada peternak bebek pemula. Padahal vaksin sangat diperlukan untuk mencegah penyakit dan mengurangi kematian di usia menjelang panen.
      6.      Penghangat
Prinsip pola kandang yang membedakan antara bebek petelur dan padaging diantaranya adalah sistem penghangat. Fakta dilapangan menunjukkan sangat jarang peternak bebek pedaging menggunakan sistem penghangat di malam hari. Artinya, pada sistem ternak bebek pedaging akan lebih baik apabila pada bibit usia muda (0-20 hari) diberi penghangat berupa tungku pemanas. Hal ini disebabkan karena proses pertumbuhan bebek ditentukan pada usia yang masih muda. Apabila bebek usia muda selalu diberi penghangat pada saat malam hari akan membuat tingkat stress bebek diminimalisir sehingga proses pertumbuhan akan menjadi normal dan optimal.
      7.      Kebersihan Lantai
Lantai pada pola kandang bebek akan lebih maksimal apabila pada setiap kali masa panen selalu diganti dengan yang baru. Artinya pada tiap awal musim, lantai diberi lapisan yang dapat menyerap kotoran (bubuk gergaji kayu, pasir, damen, dll) dan setiap kali panen lapisan atas dibuang. Hal ini untuk mengurangi tingkat penguapan kotoran yang mengandung gas amoniak, dimana gas amoniak sangat merugikan pada kesehatan udara pada ternak. Pada beberapa peternak penanganan tersebut hanya dengan memberi lapisan baru tanpa membuang lapisan yang bawah.
      8.      Air minum berlebih
Pemberian air minum pada beberapa peternak pemula kurang memperhatikan kebersihan air. Pemberian air minum yang tepat pada bebek adalah dengan menempatkan tempat air minum diluar kandang, sehingga bebek hanya minum dengan menjulurkan kepala ke tempat air. Tetapi apabila menempatkan tempar minum didalam kadang akan mudah menjadi becek karena diinjak-injak. Dan apabila air becek tersebut terminum oleh bebek akan beresiko bebek terkena cacingan (tidak sehat) karena air yang terminum bercampur dengan kotoran. Pada akhirnya akan mengurangi kualitas pada saat panen.
      9.      Sistem sotir
Sistem beternak bebek petelur yang ideal adalah dengan sistem bertingkat, artinya apabila kapasitas kandang mencapai 1000 ekor maka kandang dibuat berpetak setiap 200-250 setiap 10 hari. Sistem sotir disini artinya adalah bahwa setiap 7 hari sekali bebek yang tingkat pertumbuhannya lambat dipisahkan atau digabung dengan bebek usia yang lebih muda, begitu juga sebaliknya bebek yang pertumbuhannya sangat besar digabungkan dengan bebek yang usianya lebih tua. Disini untuk menghindari dominasi bebek besar terhadap bebek yang lebih kecil pada saat makan. Hal ini jarang diperhatikan pada beberapa peternak.
     10.   Individual
Pada sistem jaringan bisnis, peternak bebek jauh tertinggal oleh peternak ayam. Pada sistem peternakan ayam akan lebih mudah untuk mencapai kesuksesan karena sistem bisnis mereka sudah terintegrasi dari hulu sampai hilir. Sedangkan pada peternak bebek yang sudah mencapai tingkatan itu sangat kecil, bahkan dibeberapa daerah tidak ada konsep terintegrasi sama sekali. Sebagai contoh; peternak bebek hanya menjalin beli putus (tidak ada kerja sama) baik dengan penyuplai bibit (DOD) maupun dengan suplier. Akibatnya, peternak bebek selalu dihantui oleh kepastian suplai DOD dan oleh proses pemasaran pada saat panen, akibatnya bebek akan dijual (walaupun di bawah usia ideal 40 hari) apabila sudah melebihi nilai modal (Padalah, apabila dimaksimalkan sampai usia yang ideal 40 hari) bebek akan mempunyai nilai yang lebih tinggi).

Selasa, 01 Juli 2014

MENGENAL JENIS BEBEK

Mengenal Beberapa Jenis Bebek

Sekilas Beberapa Jenis Bebek
Mengenal Beberapa Jenis Bebek - Sebelumnya di KAMI sudah posting mengenai Tips Cara Membuat Kandang Bebek dan Mengenal Penyakit Menular pada BebekBebek atau itikadalah hewan ternak yang cukup menarik pula dalam kalangan pembisnis. Hewan yang satu ini tidak kalah saing dengan ikan lele yang permintaannya selalu meningkat dipasaran. Bebek adalah hewan ternak yang patut dibudidayakan. Sebelum membudidayakan bebek, ada baiknya jika kita perlu mengetahui jenis-jenis bebek yang ada. Di indonesia sendiri banyak jenis-jenis itik atau bebek yang dapat dijadikan ternak. Biasanya para pengusaha memilih bebek yang petelur agar dapat dengan mudah dibudidayakan. Dalam satu tahun, produksi telur itik dengan mudah dapat menghasilkan 150-180 butir telur. Berikut adalah jenis-jenis itik petelur yang terdapat di indonesia antara lain :

Itik Tegal (Itik Jawa/Itik Indonesia)
Itik atau bebek jenis ini sangat terkenal akan produksi telurnya yang cukup tinggi. Warna dari bulunya ada yang coklat, ataupun coklat muda yang dalam bahasa jawa disebut bambangan. Diluar negeri yang paling utama adalah Eropa, itik jawa tersebut lebih terkenal yaitu itik yang memiliki warna yang putih karena produksinya dapat berkisar antara 200-250 butir telur dengan berat rata-rata 70-75 gram per butir telurnya. Para masyarakat inggris, itik tersebut dikawinkan dengan itik lokal setempat dan akan melahirkan itik baru hasil dari persilangan yang disebut sebagai Khaki campel. Itik tersebut memiliki produksi telur yang tinggi, tetapi sayangnya telur dari itik ini berwarna putih. Itik dari jawa atau itik jawa yang akan menghasilkan produksi yang baik akan mempunyai tanda-tanda sebagai berikut ini :

  • Tubuhnya langsing, kepala kecil dan mata terang.
  • Leher dari itik panjang dan bulat.
  • Jika diperhatikan dari cara berjalannya kelihatan tegak dan kalau dilihat dari arah kepala leher punggu terus kebelakang, dengan bentuk yang menyerupai botol.

Itik Magelang.
Itik magelang mempunyai ciri khas tersendiri yaitu pada lehernya terdapat warna putih melingkar seperti kalung. Itik yang satu ini memiliki postur badan yang cukup lumayan besar dengan memiliki warna bulu yang bervariasi dari coklat muda hingga ke ciklat tua atau kehitaman.

Itik Mojosari.
Itik yang satu ini adalah itik yang berasal dari daerah Mojosari. Itik jenis ini memiliki warna bulu kemerahan dengan memiliki variasi dari coklat, hitam dan putih, paruh dan kakinya berwarna hitam.

Itik Bali.
Itik yang satu ini berkembang di daerah bali yaitu sesuai dengan namanya itik bali. Itik jenis ini memiliki warna bulu yang cenderung lebih terang. Paruh dan kaki dari itik ini berwarna abu-abu kehitaman dan pada umumnya itik ini memiliki jambul dan bentuk leher kecil memanjang.

Itik Alabio.
Itik yang satu ini adalah itik yang berasal dari Amuntai, Kalimantan Selatan yang paling banyak terdapat dipasaran di kecamatan Alabio. Itik ini memiliki bentuk tubuh yang segitiga dan dalam posisi berdiri itik ini membentuk sudut 60 derajat. Bentuk kepalanya kecil dan terlihat membesar kebawah. Itik ini juga memiliki parus dan kaki yang berwarna kuning.

Sekedar info : bahwa itik jantan memiliki bobot 1,8-2 kg dengan warna bulu abu-abu kehitaman dan pada ujung ekor terdapat bulu yang melengkung keatas, lalu itik betina sendiri memiliki bobot 1,6-1,8 kg yang memiliki warna bulu kuning keabu-abuan dengan ujung sayap, ekor, dada, leher dan kepala sedikit kehitaman. Itik atau biasa disebut sebagai bebek, dapat dibudidayakan dengan melalui 2 cara yaitu dengan digembalakan atau biasa sering disebut sebagai diangon dan dibudidayakan dengan ternak itik tanpa air dengan cara mengandangkannya.

Demikianlah Sekilas Beberapa Jenis Bebek yang mungkin dapat menjadi informasi buat anda semua. Semoga bermanfaat bagi anda semua. Selamat berternak dan sukses selalu. Terima kasih